Tampilkan postingan dengan label arunajavanese. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label arunajavanese. Tampilkan semua postingan

Kamis, 28 Oktober 2010

jilbab segi4 lukis/soled
JILBAB segi empat

melengkapi koleksi jilbab para muslimah
Bahan lembut dan ringan, warna yang beragam
Banyak pilihan warnanya...

hanya 34.000/pcs. minimal order 10 pcs.
belum termasuk ongkos kirim
JILBAB BERTANGAN


Buat yang suka MODIS & PRAKTIS, tapi tetap menutup aurat ....
sekarang ada JILBAB BERTANGAN!!

model ELEGAN, dipakai di rumah oK, untuk bepergian juga membuat tambah cantik pemakainya.... 
Banyak pilihan warnanya. PILIH WARNA YANG SESUAI selera ANDA !!

Hanya 42.000/pcs. minimal beli 3. belum termasuk ongkos kirim. 

Hubungi ita 081 2262 0157
 


Kamis, 16 September 2010

All About Menstrual Migraine

All About Menstrual Migraine

When it comes to migraines, women are three times more prone to getting them than men. Around 20% of women of childbearing age suffer from hormone-related headaches like menstrual migraine or PMS headache, with 70% of these women suffering from menstrual migraine.

While migraine symptoms differ from one person to the next, they generally include the following:

- Severe headache
- Feeling sick
- Being sick
- Sensitivity to light

While there seems to be no apparent reason for migraines to suddenly occur in some migraine sufferers, there could be triggers for others. If you suffer from migraine, you will eventually find out what your particular triggers are over time and you can make a conscious effort to avoid those triggers.

In the case of a menstrual migraine, a drop in estrogen levels appears to be the trigger. This drop in estrogen level happens right before a period starts. Although it is not low levels of estrogen that causes a migraine headache, it is the change in estrogen levels that trigger the it.

Types of Menstrual Migraine

You are suffering from menstrual migraine if your headaches starts two or three days after your period began and if the headaches last during your perid or for the entire duration.

Two patterns seem to be associated with menstrual migraine:

1. Menstrual Associated Migraine is the most common type of migraine, affecting six in ten women migraine sufferers. It usually occurs before and after periods, as well as other times of the month.

2. Pure Menstrual Migraine affects one in seven women migraine sufferers. This type of migraine only happens during a period.

Identifying Menstrual Migraine

In some cases, it might only be a coincidence if you experience a migraine at the same time as you are having your period. In order for your doctor to give a correct diagnosis, he or she may ask you to keep a record of your migraines for several months. Doing so will help your doctor identify if there is some kind of pattern that exists whenever you have your period and experience migraines.

Treatment of Menstrual Migraines

Painkillers and medication for preventing nausea and vomiting, plus anti-inflammatory agents that are usually for any other type of migraine are used for the treatment of menstrual migraines.

Prevention

Because of menstrual migraines, some women are unable to work; they are unable to participate in leisurely activities and a variety of general activities every month. While treatment can certainly help, steps on actually preventing the menstrual migraines should be taken.

Since change in estrogen levels triggers menstrual migraines, a solution is the use of estrogen skin patches. Estrogen skin patches are a form of hormone replacement therapy. An estrogen patch is placed on the skin three days before the period begins and remains on the skin for one week. Women who do not like using estrogen patches could use estrogen gel instead. Estrogen gen is applied onto the skin every day for seven days.

Using Contraceptive Pills

While combined contraceptive pills can be used to control migraines, it is important that you do not attempt this one on your own, as it might result in an unwanted pregnancy. It is always a good idea to consult a doctor for advice on this kind of treatment.

- You can prevent menstrual migraines by preventing the period itself. You can do this by switching to a contraceptive that has lower progestogen content.

- The pill should be taken for three packets in a row, which is about nine weeks, then allot seven days where you don’t take any pill at all. This will keep your estrogen level constant, resulting in less bleeds and less frequent migraines. If you get a migraine during each of those seven days where you don't take anything, you can take estrogen supplements instead.

For more help on the prevention, treatment and remedies for migraines please see the Complete Guide To Migraine Headaches.


This free article is provided by the FreeArticles.com Free Articles Directory for educational purposes ONLY! It cannot be reprinted or redistributed under any circumstances.

http://freearticles.com/article/All-About-Menstrual-Migraine/1378

Article Copyright By Author. All Rights Reserved Worldwide.

Selasa, 20 Juli 2010

RASANYA tak bisa dilukiskan...

Hanya Anda yang tau bagaimana enaknya makan tanpa rasa khawatir.
Tak perlu membolak-balik label harga... karena memang sangat terjangkau
Jangan khawatir bosan karena makin banyak pilihan rasa yang sesuai taste Anda
Tentukan kualitas snack Anda... 


Minggu, 06 Juni 2010

PakObamakeIndonesia.pending.com


Yuk jalan2 ke : 
PakObamakeIndonesia.pending.com….. :)

Ngedatengin Obama aja kok mesti pake acara pending.com terus n terus..
umumnya klo qt (orang biasa) nunda2 janji bertamu ke rmh orang, barangkali ... dah ga diarepin lagi ma tuan rumahnya .. :)
Sekelumit kalimat cetak biru di atas adalah respons yang sempat saya tempel di facebook saya (arunajavanese) hari jum’at lalu.  Hari itu saya baru saja membaca berita di Yahoo Indonesia tentang pengunduran (kembali) kedatangan Pak Obama. Seketika saya langsung merasa gemas kuadrat dan dobel jengkel . Bagaimana tidak? Tuan rumah saja telah menyiapkan begitu rupa fasilitas dan bisa dibilang luar biasa, eh, tiba-tiba pending lagi.. pending lagi.
Inilah alasannya, kenapa pada artikel ini saya lebih memilih judul yang menggelitik (menurut saya) ‘Yuk jalan2 ke : PakObamakeIndonesia.pending.com….. :)’
Sebenarnya ini benar-benar Pak Obama yang tidak menyangka bahwa masalah negaranya tidak bisa diselesaikan segera atau mereka sedang bermain-main (menguji) Indonesia?!! Ya, seperti Malaysia yang terkadang bermain-main dengan Indonesia . Ku tak tahu…
Namun sesaat kemudian ada rasa maklum pada diri saya dan menganggap itulah gambaran orang super di Negara super. Negara super power, Negara adidaya. Negara yang setiap perkataannya seperti ‘sabda alam’ yang harus ditaati, harus dimaklumi, dimengerti oleh Negara-negara kecil.
Sehingga kapan pun berjanji bisa saja dibatalkan, meskipun pembatalannya mendadak hanya dalam hitungan hari sebelum hari H. Itu biasa… barangkali! Berulang kali membatalkan janji tetap masih ada toleransi. Berulang kali mengundurkan jadwal masih saja dinanti kedatangannya.
Apalagi bagi sebagian masyarakat Indonesia yang merasa pernah dekat dengan Pak Obama semasa kecil, pastilah kedatangan Pak Obama sangat…sangat…sangat diharapkan. Yang merasa pernah satu sekolah, satu lingkungan (bertetangga) atau yang pernah bermain bersama, atau orang-orang merasa pernah mengenal sosok Pak Obama.


Simak beberapa INFO yang tidak kalah menarik:

Pelajar, hanyalah status palsu

Marah = Sehat, ....


Marah Itu Sehat, Loh
Kompas
Kompas.com — Selain menjaga kesehatan fisik, kesehatan emosional idealnya juga dipelihara. Salah satu caranya adalah dengan meluapkan kemarahan sesekali. Ketimbang dipendam saja, sebaiknya emosi yang tertahan dibiarkan merembes keluar agar tidak terjadi ledakan.
Para ilmuwan menemukan bahwa meluapkan kemarahan bisa meningkatkan aliran darah ke bagian otak yang berkaitan dengan rasa bahagia. Dalam penelitian yang dilakukan para ahli dari Spanyol diketahui bahwa belahan otak sebelah kiri (hemisfer) lebih terstimulasi saat seseorang sedang marah.
Dr Neus Herrero dari University of Valencia, Spanyol, yang mengetuai penelitian ini, mengatakan, bagian frontalis kiri otak berkaitan dengan emosi yang positif, sedangkan di bagian kanan berhubungan dengan emosi negatif. "Perubahan aktivitas otak juga terjadi, terutama di bagian frontalis dan lobus temporalis," katanya.
Belahan otak terbagi menjadi empat lobus, yang mengendalikan berbagai aktivitas berbeda. Lobus frontalis (di belakang dahi) pada masing-masing belahan mengatur aktivitas seperti berbicara dan berpikir abstrak.
Sementara itu, lobus temporalis yaitu bagian yang membantu kita bisa mendengar dan mengartikan bunyi serta bertanggung jawab atas memori.
Marah juga memiliki manfaat positif lain, yakni memicu perubahan dalam tubuh yang berfungsi mengontrol kerja jantung dan hormon. Dari hasil pemeriksaan kepada 30 responden diketahui, saat marah terjadi penurunan hormon kortisol dan peningkatan level testosteron.
Akan tetapi, Herro mengingatkan efek negatif dari marah, yakni naiknya tekanan darah. Karena itu, marah akan menjadi luapan emosi yang wajar ketika kita berhasil meluapkannya sesuai dengan porsinya.
Yang perlu digarisbawahi adalah ‘Salah satu caranya adalah dengan meluapkan kemarahan sesekali.’ Satu kalimat di atas masih perlu ditebalkan adalah ‘sesekali’. Ini dapat diartikan bahwa tidak semua hal dapat diselesaikan dengan luapan kemarahan. Sebaiknya kemarahan dikelola dengan baik dan disalurkan sesuai dengan kadarnya. Pasti kita pernah mendengar manajemen konflik dan pengendalian emosi, bukan? Bahkan kemarahan yang disalurkan pada ‘jalan yang lurus’ akan berbuah manis.
Sayangnya, tidak setiap orang bisa mengendalikan emosinya dan tidak setiap orang mampu dan mau mengelola konflik dengan tepat. Terkadang orang mempunyai persepsi bahwa apa yang dia inginkan harus dipatuhi jika tidak, langsung marah tak terkendali dan tanpa basa-basi.
Ini sering dan biasa terjadi pada tipe-tipe orang seperti di bawah ini:
1.       pimpinan yang ‘bossy’,
2.       anak baru gedhe,
3.       orang yang shock dengan perubahan dirinya misalnya dulu kaya sekarang tak punya apa-apa atau
4.       sebaliknya pada OKB (orang kaya baru), dari yang tidak punya apa-apa sekarang bisa melakukan apapun yang dia suka
5.       orang yang merasa bahwa dialah yang mempunyai masalah paling rumit
6.       orang yang merasa paling tahu daripada orang lain di sekitarnya
7.       merasa lebih punya kompetensi dan kekuasaan dibandingkan lainnya
8.       kurangnya bergaul dengan masyarakat yang heterogen
9.       tidak mau belajar dari pengalaman
10.   tidak mau belajar dengan lingkungan dan perubahannya.
Semakin tinggi kemampuan seseorang untuk mengendalikan emosi dan mengelola konflik, semakin bijaksana orang tersebut. Bijaksana dalam menghadapi dan menjalani kehidupan.

Ditulis oleh: ISti RDM

Jumat, 28 Mei 2010

Jerawat oh.. jerawat…


Kau yang mulai.. kau yang mengakhiri... :)
Siapa bilang jerawat menyebabkan susah si empunya??! Para ABG yang baru mengenal jerawat bangga lho kalau dapat jerawat. Bahkan ada yang cemas, khawatir dan berharap muncul jerawat di wajahnya. Paling tidak ada dua alasan. Pertama, mereka merasa sudah mulai dewasa dan dinikmati, lihat saja mereka asyik bercermin hanya untuk melihat perkembangan jerawatnya!. Kedua, pembuktian pada teman-teman, mereka yang dapat jerawat kadang malah dipamerkan pada teman-temannya. 
Nah, kalau jerawatnya bermunculan tak teratur, berlebihan, terlalu sering, dan mengganggu penampilan akan menjadi masalah. Jika sudah sampai tahap ini, berbagai macam penawar dicari bahkan tidak segan-segan mencoba beberapa rekomendasi orang-orang sekitar yang belum tentu cocok dengan kulitnya. Ini yang perlu disadari dan dicermati. Jangan asal memakai obat hanya karena si A atau si X pernah memakai dan berhasil. Coba lihat dulu faktor penyebabnya.
Dari laman Genius Beauty, sejumlah pakar asal Norwegia meneliti wanita usia 18 hingga 19 tahun yang memiliki gangguan jerawat. Mereka menemukan bahwa mayoritas mengalami masalah psikologis. Cemas dan depresi dapat memperburuk kondisi kulit.
Diane Berson, MD, anggota American Women’s Dermatologic Society pun menjelaskan, faktor-faktor yang bisa mempengaruhi timbulnya jerawat :
Perubahan Hormon
Efek yang sama yaitu produksi minyak penymbat pori-pori juga dihasilkan saat terjadi perubahan hormon. Sebagian cewek mengeluh timbul banyak jerawat karena akan menstruasi atau siklus menstruasi yang tidak teratur.
Menjaga Diet
Diet sih diet tapi bukan berarti mengurangi asupan gizi ya. Jangan pernah meninggalkan minum air putih yang cukup, sayuran dan buah yang memadai. Diet golongan darah cukup efektif membantu menjauhkan dari radang kulit.
Kosmetika
Hati-hati memilih kosmetik, bukan untuk cewek saja, cowok pun perlu memperhatikan. Cobalah tidak malas mencari info mengenai produk kosmetik yang Anda inginkan, tanyakan pada orang-orang netral, artinya bukan penjual produk tersebut atau pesaing perusahaan tersebut, baca literature mengenai cara melakukan ujicoba pada kosmetik, Tanya langsung pada ahli kecantikan atau orang-orang yang paham dengan kosmetik. ‘Kok rumit sih??’. Mau pilih mana? Kulit kita merana atau kecantikan/kemulusan kulit terjaga ?
Sumber:
VIVAnews