Tampilkan postingan dengan label hidup sehat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hidup sehat. Tampilkan semua postingan

Jumat, 05 November 2010

The reasons why we eat organic foods


1. Stop Eating Chemicals
Organic foods must, by law (WSDA) (USDA), be produced without use of pesticides and other synthetic chemicals such as those which are easily detected on conventionally grown fruits, vegetables and grains. 

2. Preserve Water Quality and Air Quality
Water and air are our most important resources.
Organic farmers do not contribute to water pollution. Organic livestock farms are prohibited from being point sources of nitrate.

3. Protect Farm Worker Health
Farm workers in this country and abroad are exposed to the highest concentrations of agricultural poisons of any segment of the population and the devastation to them and their families is well documented. These are the people who tend and harvest our food, they deserve better. Help in their struggle for a safe work environment and vote with your pocketbook by buying organic foods.

4. Save Energy
Organic farming is accomplished with less energy consumption. Inputs like fertilizer are naturally occurring and require less processing than substances manufactured by huge chemical companies. Organic food generally travels less miles from farm to market saving energy in transport. Many organic farmers incorporate alternative and renewable energy sources into their farming/homesteading systems.

5. Organic Foods Taste Better.
Taste is hard to quantify, but science does tell us that organic foods do have higher levels of vitamins, minerals and beneficial nutrients than conventional foods. It only makes sense that food grown in soil that has been nourished and cared for is more nutritious and will end up tasting better. 
Why not find out?


click here to learn more.




Jumat, 28 Mei 2010

Jerawat oh.. jerawat…


Kau yang mulai.. kau yang mengakhiri... :)
Siapa bilang jerawat menyebabkan susah si empunya??! Para ABG yang baru mengenal jerawat bangga lho kalau dapat jerawat. Bahkan ada yang cemas, khawatir dan berharap muncul jerawat di wajahnya. Paling tidak ada dua alasan. Pertama, mereka merasa sudah mulai dewasa dan dinikmati, lihat saja mereka asyik bercermin hanya untuk melihat perkembangan jerawatnya!. Kedua, pembuktian pada teman-teman, mereka yang dapat jerawat kadang malah dipamerkan pada teman-temannya. 
Nah, kalau jerawatnya bermunculan tak teratur, berlebihan, terlalu sering, dan mengganggu penampilan akan menjadi masalah. Jika sudah sampai tahap ini, berbagai macam penawar dicari bahkan tidak segan-segan mencoba beberapa rekomendasi orang-orang sekitar yang belum tentu cocok dengan kulitnya. Ini yang perlu disadari dan dicermati. Jangan asal memakai obat hanya karena si A atau si X pernah memakai dan berhasil. Coba lihat dulu faktor penyebabnya.
Dari laman Genius Beauty, sejumlah pakar asal Norwegia meneliti wanita usia 18 hingga 19 tahun yang memiliki gangguan jerawat. Mereka menemukan bahwa mayoritas mengalami masalah psikologis. Cemas dan depresi dapat memperburuk kondisi kulit.
Diane Berson, MD, anggota American Women’s Dermatologic Society pun menjelaskan, faktor-faktor yang bisa mempengaruhi timbulnya jerawat :
Perubahan Hormon
Efek yang sama yaitu produksi minyak penymbat pori-pori juga dihasilkan saat terjadi perubahan hormon. Sebagian cewek mengeluh timbul banyak jerawat karena akan menstruasi atau siklus menstruasi yang tidak teratur.
Menjaga Diet
Diet sih diet tapi bukan berarti mengurangi asupan gizi ya. Jangan pernah meninggalkan minum air putih yang cukup, sayuran dan buah yang memadai. Diet golongan darah cukup efektif membantu menjauhkan dari radang kulit.
Kosmetika
Hati-hati memilih kosmetik, bukan untuk cewek saja, cowok pun perlu memperhatikan. Cobalah tidak malas mencari info mengenai produk kosmetik yang Anda inginkan, tanyakan pada orang-orang netral, artinya bukan penjual produk tersebut atau pesaing perusahaan tersebut, baca literature mengenai cara melakukan ujicoba pada kosmetik, Tanya langsung pada ahli kecantikan atau orang-orang yang paham dengan kosmetik. ‘Kok rumit sih??’. Mau pilih mana? Kulit kita merana atau kecantikan/kemulusan kulit terjaga ?
Sumber:
VIVAnews